Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Untukmu, yang Tak Tersentuh

Untukmu, Izinkan aku memasuki sisa-sisa hatimu yang kosong Menemanimu dalam gelap malam yang mungkin kau takbisa melihat bulan Aku hanya serpihan masa lalu yang telah mengabaikanmu Yang sekarang mengharap kasihmu yang dulu sempat kulewatkan Dulu jarak antara kita terbilang sangat dekat Sampai takbisa kulihat apa beda semua rasa Terlalu dekat hingga kita melupakan, kita bukan pengguna seragam putih merah ataupun biru Kamu beranjak dewasa Aku juga Melupakan 'kita' Aku datang dari masa lalumu, Aku datang dari dunia yang telah kau lupakan, Aku datang dengan mimpi yang sudah lama kita kubur Seiring berjalannya waktu... Aku sadar, kaulah bintang yang selama ini menyinari malamku Kaulah yang selama ini aku cari Namun sayang... Sekian lama kau hanya diujung mata tanpa hati Jangan mengira ini surat cinta biasa Karena kita memang tak biasa Untukmu yang tak tersentuh, Biarkan aku hanya melihatmu yang tertawa untuknya, kamu yang tersenyum untuknya Aku bahagia Meski ...

Sandiwara telah usai

Pagi ini, ku awali dengan memandang wajahmu yang diam dalam bingkai. Disana tergambar tawa bahagia–aku dan kamu. Namun yang kulihat berbeda. Sangat berbeda. Ku langkahkan kakiku mengganti pakaian dan segera pergi dari ruangan penuh cerita ini. Hari ini, kamu mengajakku pergi. Ada yang penting, begitu pesan singkatmu. Firasat buruk mulai menjalar dalam otakku. Tidak. Semua akan baik-baik saja, begitu kata dusta mulutku yang sama sekali tak di-iya-kan oleh hati. Mungkin hari itu telah tiba. Iya. Mengerti. Kita berdua mengerti. Cinta yang kita bangun hanya sebuah parodi. Cerita ini harus berakhir tragis agar semua yang melihat ikut menangis. Tetapi mengapa? Saat kisah ini akan berakhir, aku yang menangis. Bukankah ini bagai dongeng Cinderella? Bukan. Disini, aku sengaja menjatuhkan sepatuku agar sang pangeran mengadakan sayembara dan aku akan memenangkannya. Terlalu indah. Akhir dongeng itu mungkin tak akan pernah berlaku untukku. Pangeran sepertimu tak akan peduli dengan sepatu ...

Jangan Lari Lagi

     Gelap. Aku terbangun dari gelapnya mimpi buruk itu lagi. Dengan susah payah ku atur kembali irama nafas yang sempat menderu hebat. Tes. Tes. Tes. Keringat yang semula hanya membasahi dahi kini telah menetes menyisakan warna gelap pada kaos merahku. Ku bangkitkan tubuhku dari ranjang, dan berjalan keluar kamar. Ku langkahkan kakiku menuju kulkas kecil dipojok ruangan, kubuka dan meneguk sebotol air dingin. Kulirik jam dinding dan mendesah. Aku baru tertidur beberapa menit dan mataku akan susah untuk tertutup. Dengan susah payah kupaksakan pejamkan mata dan mencoba untuk terlelap kembali.       "Mah, bangun mah! Jangan tinggalin aku!" air mataku tumpah sejadi-jadinya.      "Mamah disini sayang, kamu jangan lari lagi ya"       Bayangan itu menghilang dibalik rombongan awan yang perlahan menjauh terbawa angin.      Ku kucek mataku yang sedikit lembap. Mimpi buruk itu lagi. Sudah tiga kali aku berm...

Tak lagi sama

Mengapa setiap tawa indah harus kubayar dengan air mata ? Sayup-sayup aku dengan kata cinta pagi ini berbeda. Hendakku bertanya pada suara itu. Suara hati kecil dengan bisikkan kasih sayang itu, kini tak lagi sama . Ada rasa yang mengganjal di palung hatiku. Tetapi sulit untuk kuungkapkan. Ku arungi ruas waktu tanpa memikirkan perbedaan. Kata orang, perbedaan akan lebih menguatkan cinta, bukan? Namun, langit hari ini pun tak lagi sama . Tanah yang kupijak pun mengapa terasa hampa?. Oksigenpun kurasa mengurang. Saat kau katakan kalimat "kita jadi teman saja" menjawab semua tanyaku. Mengapa kurasa hampa? Karena rasa dalam diri dan hati kita sudah tak lagi sama . Karena oksigenku  sudah pergi meninggalkanku. Karena langit yang mengiringi langkahku perlahan menghilang, menjauh. Ia membiarkanku jalan sendiri tanpa keteduhannya lagi. Kalimat itu sudah menyihir duniaku. Kelam. Malampun semakin pekat mengiringi kematian rasa dihatimu. Kelamnya semakin memba...

Maaf dan Terimakasih Guruku

Menemukan satu jawaban Dalam jutaan serta ribuan pilihan Itu sulit Mencari serpihan - serpihan pengetahuan Dalam ruang hampa Memang tidak akan mudah Menentukan satu jalan terbaik Dalam perempatan kelam Aku takkan mampu Kini aku menemukanmu Dalam segala kekuranganku Kau datang membawa setitik cahaya Memecahkan gelap dalam duniaku Meneriakkan kata jangan menyerah Saat gelora jiwaku hampir padam Menyertakan kasih dalam setiap angka Memberi kesabaran dalam ribuan kata Nomor dan huruf berjuta makna Kau berikan dengan segenap jiwa Maaf kami kadang tidak merasa Membuat dirimu nyaris putus asa Terimakasih atas setiap ilmumu

Bayang kelam

Kala mendung menghampiri Segala gelisah menyelimuti hati Jantung berdegup lebih kencang Kemana kaki akan membawa diri Aku tak tahu Resah ku tengok cermin di hadapku Senyum tergores di antara kedua pipi Mengapa yang lain percaya akan ini ? Tanpa kata ku tulis cerita Kala lisan tak dapat mengucap Ingin ku teriakan Yang kalian lihat hanya bayang kelamku Aku yang sebenarnya ada disini