Gelap. Aku terbangun dari gelapnya mimpi buruk itu lagi. Dengan susah payah ku atur kembali irama nafas yang sempat menderu hebat. Tes. Tes. Tes. Keringat yang semula hanya membasahi dahi kini telah menetes menyisakan warna gelap pada kaos merahku. Ku bangkitkan tubuhku dari ranjang, dan berjalan keluar kamar. Ku langkahkan kakiku menuju kulkas kecil dipojok ruangan, kubuka dan meneguk sebotol air dingin. Kulirik jam dinding dan mendesah. Aku baru tertidur beberapa menit dan mataku akan susah untuk tertutup. Dengan susah payah kupaksakan pejamkan mata dan mencoba untuk terlelap kembali. "Mah, bangun mah! Jangan tinggalin aku!" air mataku tumpah sejadi-jadinya. "Mamah disini sayang, kamu jangan lari lagi ya" Bayangan itu menghilang dibalik rombongan awan yang perlahan menjauh terbawa angin. Ku kucek mataku yang sedikit lembap. Mimpi buruk itu lagi. Sudah tiga kali aku berm...
Selamat datang di tempat Adin dan pikirannya bertengkar, merebutkan pengakuan.