Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2013

Jangan Lari Lagi

     Gelap. Aku terbangun dari gelapnya mimpi buruk itu lagi. Dengan susah payah ku atur kembali irama nafas yang sempat menderu hebat. Tes. Tes. Tes. Keringat yang semula hanya membasahi dahi kini telah menetes menyisakan warna gelap pada kaos merahku. Ku bangkitkan tubuhku dari ranjang, dan berjalan keluar kamar. Ku langkahkan kakiku menuju kulkas kecil dipojok ruangan, kubuka dan meneguk sebotol air dingin. Kulirik jam dinding dan mendesah. Aku baru tertidur beberapa menit dan mataku akan susah untuk tertutup. Dengan susah payah kupaksakan pejamkan mata dan mencoba untuk terlelap kembali.       "Mah, bangun mah! Jangan tinggalin aku!" air mataku tumpah sejadi-jadinya.      "Mamah disini sayang, kamu jangan lari lagi ya"       Bayangan itu menghilang dibalik rombongan awan yang perlahan menjauh terbawa angin.      Ku kucek mataku yang sedikit lembap. Mimpi buruk itu lagi. Sudah tiga kali aku berm...

Tak lagi sama

Mengapa setiap tawa indah harus kubayar dengan air mata ? Sayup-sayup aku dengan kata cinta pagi ini berbeda. Hendakku bertanya pada suara itu. Suara hati kecil dengan bisikkan kasih sayang itu, kini tak lagi sama . Ada rasa yang mengganjal di palung hatiku. Tetapi sulit untuk kuungkapkan. Ku arungi ruas waktu tanpa memikirkan perbedaan. Kata orang, perbedaan akan lebih menguatkan cinta, bukan? Namun, langit hari ini pun tak lagi sama . Tanah yang kupijak pun mengapa terasa hampa?. Oksigenpun kurasa mengurang. Saat kau katakan kalimat "kita jadi teman saja" menjawab semua tanyaku. Mengapa kurasa hampa? Karena rasa dalam diri dan hati kita sudah tak lagi sama . Karena oksigenku  sudah pergi meninggalkanku. Karena langit yang mengiringi langkahku perlahan menghilang, menjauh. Ia membiarkanku jalan sendiri tanpa keteduhannya lagi. Kalimat itu sudah menyihir duniaku. Kelam. Malampun semakin pekat mengiringi kematian rasa dihatimu. Kelamnya semakin memba...