Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

Surat Tentang Rindu

Selamat pagi, jika di sana pagi. Selamat siang, jika di sana siang. Selamat sore, jika di sana matahari mulai merunduk ke arah barat. Selamat malam, jika langit di kepalamu penuh gelap–gulita. Maaf, awal surat ini tak begitu baik. Aku bukan seorang penulis yang pandai merajut kata melalui pena. Selain itu, karena aku tak pernah tahu kapan kau membaca surat ini. Oh iya, aku sampai lupa. Apa kabar, Bim? Lama juga ya tidak surat-menyurat seperti ini. Aku mengirim surat ini hanya ingin meminta pendapatmu, tentang hal paling basi dari romansa remaja. Apalagi, selain rindu. Kemarin, temanku mengatakan bahwa sebaik-baiknya rindu adalah yang dihadiahi sebuah temu. Apa kamu setuju dengan itu? Ia menceritakan padaku kisah cinta "Gilang dan Luna" yang romantis juga membuatku ingin bilang najis ! , aku sampai mual mendengarnya. Apa kau tidak keberatan jika aku bercerita disini? Aku hanya ingin tahu, apakah kau juga mual atau tidak. Hahaha, aku tahu kau paling benci cerita cinta ...

Katamu–palsu

Katamu, Terang itu bila kita berhasil melewati gelap Katamu, Mudah itu bila kita melompati cobaan bersama Katamu, Tawa itu hanya untuk mereka yang sering menangis Katamu, Untuk mencapai senja yang indah kita hanya perlu menunggu mentari tenggelam Sayang, Tempat ini terlalu gelap, Aku yang buta pun bisa merasakan hitam pekatnya Aku tak melihatmu di gelap ini Apa gelap ini termasuk bentuk cobaan? Jika iya, aku tak bisa melompat Aku lumpuh Jangankan melompat Bergerakpun aku tak mampu Kau bilang menangis? Menangis? Tak usah kau bicara tangis pada orang tunawicara Tak usah mengatakan tentang bualan indah Tentang tawa Menangis saja sulit Bagaimana ku bisa tertawa? Bodoh! Kau mengajarkanku tentang menunggu? Tahu apa kau tentang senja yang indah Tahu apa kau tentang arti menunggu Untuk tertawa Untuk membuat hidup lebih mudah Untuk mencapai terang Katamu, bila "kita" Tahu apa kau tentang kita? Kita–mungkin maksudmu adalah aku dah diriku Terimakasih, ...