Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2013

Untukmu, yang Tak Tersentuh

Untukmu, Izinkan aku memasuki sisa-sisa hatimu yang kosong Menemanimu dalam gelap malam yang mungkin kau takbisa melihat bulan Aku hanya serpihan masa lalu yang telah mengabaikanmu Yang sekarang mengharap kasihmu yang dulu sempat kulewatkan Dulu jarak antara kita terbilang sangat dekat Sampai takbisa kulihat apa beda semua rasa Terlalu dekat hingga kita melupakan, kita bukan pengguna seragam putih merah ataupun biru Kamu beranjak dewasa Aku juga Melupakan 'kita' Aku datang dari masa lalumu, Aku datang dari dunia yang telah kau lupakan, Aku datang dengan mimpi yang sudah lama kita kubur Seiring berjalannya waktu... Aku sadar, kaulah bintang yang selama ini menyinari malamku Kaulah yang selama ini aku cari Namun sayang... Sekian lama kau hanya diujung mata tanpa hati Jangan mengira ini surat cinta biasa Karena kita memang tak biasa Untukmu yang tak tersentuh, Biarkan aku hanya melihatmu yang tertawa untuknya, kamu yang tersenyum untuknya Aku bahagia Meski ...

Sandiwara telah usai

Pagi ini, ku awali dengan memandang wajahmu yang diam dalam bingkai. Disana tergambar tawa bahagia–aku dan kamu. Namun yang kulihat berbeda. Sangat berbeda. Ku langkahkan kakiku mengganti pakaian dan segera pergi dari ruangan penuh cerita ini. Hari ini, kamu mengajakku pergi. Ada yang penting, begitu pesan singkatmu. Firasat buruk mulai menjalar dalam otakku. Tidak. Semua akan baik-baik saja, begitu kata dusta mulutku yang sama sekali tak di-iya-kan oleh hati. Mungkin hari itu telah tiba. Iya. Mengerti. Kita berdua mengerti. Cinta yang kita bangun hanya sebuah parodi. Cerita ini harus berakhir tragis agar semua yang melihat ikut menangis. Tetapi mengapa? Saat kisah ini akan berakhir, aku yang menangis. Bukankah ini bagai dongeng Cinderella? Bukan. Disini, aku sengaja menjatuhkan sepatuku agar sang pangeran mengadakan sayembara dan aku akan memenangkannya. Terlalu indah. Akhir dongeng itu mungkin tak akan pernah berlaku untukku. Pangeran sepertimu tak akan peduli dengan sepatu ...