Langsung ke konten utama

Untukmu, yang Tak Tersentuh

Untukmu,
Izinkan aku memasuki sisa-sisa hatimu yang kosong
Menemanimu dalam gelap malam yang mungkin kau takbisa melihat bulan
Aku hanya serpihan masa lalu yang telah mengabaikanmu
Yang sekarang mengharap kasihmu yang dulu sempat kulewatkan

Dulu jarak antara kita terbilang sangat dekat
Sampai takbisa kulihat apa beda semua rasa
Terlalu dekat hingga kita melupakan, kita bukan pengguna seragam putih merah ataupun biru

Kamu beranjak dewasa
Aku juga
Melupakan 'kita'

Aku datang dari masa lalumu,
Aku datang dari dunia yang telah kau lupakan,
Aku datang dengan mimpi yang sudah lama kita kubur

Seiring berjalannya waktu...
Aku sadar, kaulah bintang yang selama ini menyinari malamku
Kaulah yang selama ini aku cari
Namun sayang...
Sekian lama kau hanya diujung mata tanpa hati

Jangan mengira ini surat cinta biasa
Karena kita memang tak biasa

Untukmu yang tak tersentuh,
Biarkan aku hanya melihatmu yang tertawa untuknya, kamu yang tersenyum untuknya
Aku bahagia
Meski nyeri kadang datang menghampiri
Tetaplah disana; tempat yang bisa kulihat namun tak akan bisa ku gapai

Jangan biarkan hadirku mengusik hidupmu
Tujuanku; hanya menatap tanpa menyentuhmu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kata yang Tidak Berkata

setiap kata memiliki makna kecuali kita bising di kepalamu dan gemuruh detak jantungku menggebu tanpa malu tetapi tembok itu masih memenangkan segala perang tentang keakuan dan diam masih menjadi kalimat panjang menggantikan setiap pelukan-pelukan batu dalam jiwamu tetap satu akhirnya yang ramai hanya bisu berkata tanpa kata-kata

Katamu–palsu

Katamu, Terang itu bila kita berhasil melewati gelap Katamu, Mudah itu bila kita melompati cobaan bersama Katamu, Tawa itu hanya untuk mereka yang sering menangis Katamu, Untuk mencapai senja yang indah kita hanya perlu menunggu mentari tenggelam Sayang, Tempat ini terlalu gelap, Aku yang buta pun bisa merasakan hitam pekatnya Aku tak melihatmu di gelap ini Apa gelap ini termasuk bentuk cobaan? Jika iya, aku tak bisa melompat Aku lumpuh Jangankan melompat Bergerakpun aku tak mampu Kau bilang menangis? Menangis? Tak usah kau bicara tangis pada orang tunawicara Tak usah mengatakan tentang bualan indah Tentang tawa Menangis saja sulit Bagaimana ku bisa tertawa? Bodoh! Kau mengajarkanku tentang menunggu? Tahu apa kau tentang senja yang indah Tahu apa kau tentang arti menunggu Untuk tertawa Untuk membuat hidup lebih mudah Untuk mencapai terang Katamu, bila "kita" Tahu apa kau tentang kita? Kita–mungkin maksudmu adalah aku dah diriku Terimakasih, ...