Langsung ke konten utama

Waktu Baru

tentang detik
dan detak jantung yang pernah menderu beradu, begitu hebatnya
ada kamu

tentang menit
yang terasa lama, sebab kita hanya saling menunggu centang biru
aku malu
dan kamu masih saja ragu

tentang jam
dan suara dering yang tak juga berbunyi
ternyata kita, lupa untuk mengabari
entah karena ambisi; atau sibuk sendiri-sendiri

tentang hari
yang masih sama dengan jam tadi
lupa mengabari karena sibuk sendiri
berubah menjadi emosi; dan bertemu nampaknya jadi penuh urgensi

tentang pekan
yang selalu kita hitung
sebab kembali; perlu berbicara tentang hari-hari
empat pekan seharusnya cukup untuk memperbaiki
dan mempersiapkan alasan–pembelaan diri

tentang bulan
satu bulan tiga puluh hari
satu orang memiliki satu hati
tebak saja, berapa yang menambatkan hati di tiga puluh hari
dan itu membuat alasanmu; menjadi-jadi

tentang waktu
dan jam tangan baru;
setiap detik menit dan jam yang berlalu tanpa aku–dan kamu pada tiga puluh hari terakhir tak dapat terulang menjadi lebih manis atau lebih pahit
tapi satu yang aku tahu
untuk setiap hari dan bulan yang akan datang, aku harap kita dapat bekukan waktu

[terima kasih karena telah menunggu, dan atas jam tangan baru; aku masih terharu karena kita masih bertahan; meski aku tahu kamu ragu] #kknlife

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kata yang Tidak Berkata

setiap kata memiliki makna kecuali kita bising di kepalamu dan gemuruh detak jantungku menggebu tanpa malu tetapi tembok itu masih memenangkan segala perang tentang keakuan dan diam masih menjadi kalimat panjang menggantikan setiap pelukan-pelukan batu dalam jiwamu tetap satu akhirnya yang ramai hanya bisu berkata tanpa kata-kata

Katamu–palsu

Katamu, Terang itu bila kita berhasil melewati gelap Katamu, Mudah itu bila kita melompati cobaan bersama Katamu, Tawa itu hanya untuk mereka yang sering menangis Katamu, Untuk mencapai senja yang indah kita hanya perlu menunggu mentari tenggelam Sayang, Tempat ini terlalu gelap, Aku yang buta pun bisa merasakan hitam pekatnya Aku tak melihatmu di gelap ini Apa gelap ini termasuk bentuk cobaan? Jika iya, aku tak bisa melompat Aku lumpuh Jangankan melompat Bergerakpun aku tak mampu Kau bilang menangis? Menangis? Tak usah kau bicara tangis pada orang tunawicara Tak usah mengatakan tentang bualan indah Tentang tawa Menangis saja sulit Bagaimana ku bisa tertawa? Bodoh! Kau mengajarkanku tentang menunggu? Tahu apa kau tentang senja yang indah Tahu apa kau tentang arti menunggu Untuk tertawa Untuk membuat hidup lebih mudah Untuk mencapai terang Katamu, bila "kita" Tahu apa kau tentang kita? Kita–mungkin maksudmu adalah aku dah diriku Terimakasih, ...