tentang detik
dan detak jantung yang pernah menderu beradu, begitu hebatnya
ada kamu
tentang menit
yang terasa lama, sebab kita hanya saling menunggu centang biru
aku malu
dan kamu masih saja ragu
tentang jam
dan suara dering yang tak juga berbunyi
ternyata kita, lupa untuk mengabari
entah karena ambisi; atau sibuk sendiri-sendiri
tentang hari
yang masih sama dengan jam tadi
lupa mengabari karena sibuk sendiri
berubah menjadi emosi; dan bertemu nampaknya jadi penuh urgensi
tentang pekan
yang selalu kita hitung
sebab kembali; perlu berbicara tentang hari-hari
empat pekan seharusnya cukup untuk memperbaiki
dan mempersiapkan alasan–pembelaan diri
tentang bulan
satu bulan tiga puluh hari
satu orang memiliki satu hati
tebak saja, berapa yang menambatkan hati di tiga puluh hari
dan itu membuat alasanmu; menjadi-jadi
tentang waktu
dan jam tangan baru;
setiap detik menit dan jam yang berlalu tanpa aku–dan kamu pada tiga puluh hari terakhir tak dapat terulang menjadi lebih manis atau lebih pahit
tapi satu yang aku tahu
untuk setiap hari dan bulan yang akan datang, aku harap kita dapat bekukan waktu
[terima kasih karena telah menunggu, dan atas jam tangan baru; aku masih terharu karena kita masih bertahan; meski aku tahu kamu ragu] #kknlife
Komentar
Posting Komentar